tanpa judul
pagi menyapa
yang terbentang pula segala
ia, nan bersambut sedari gegap gempita meninggi
terdalam berpejam ia, menunggu pagi
anggun seirama, bertapak ia satu-satu
Dimana, kemana senyum simpul nan ayu
rayu dirayu kumbang nan lalu
mafhum bertitah
sedari satu berpandangan kala bersemburat kuning tua
tinggal seutas dulu bersimpan tanya
siapa pemilik gerangan tak kenal keluh kesah?
terlalu ingkar sebanyak daku berujar
sebenarkah daku sepenjara merah muda?
siapa jua bersangka tua sipemilik bertandang
disana ia bersenda pula menyapa tak peduli
berpandangan sedari berpuluh nan jauh
pribumi ayu
duduk tersipu
berselimut rindu
--mentari pagi--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar